Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2014

Awal 2014 di Puncak Gunung Merapi

Assalamualaikum sahabat Blogger semua, Tanpa terasa penghujung tahun sudah di depan mata dan sebentar lagi kita akan menyambut tahun baru. Semarak menyambut perayaan tahun baru pun mulai bermunculan di mana-mana. Terompet, kembang api, pesta, dan hal-hal yang identik dengan tahun baru, sudah dinanti-nanti.
Awal 2014 di Puncak Gunung Merapi
Ya, memang banyak orang begitu menanti-nanti pergantian tahun. Mereka seakan sudah tak sabar untuk menjejaki tahun baru 2014. Tapi, dibalik itu semua, ada pula orang-orang yang belum ingin meninggalkan tahun 2013 ini. Mungkin karena masih banyak rencana yang belum tercapai. Seperti saya, misalnya. Meski 2013 sudah hampir di penghujungnya, nyatanya masih banyak resolusi untuk tahun ini yang belum tercapai. Janji-janji yang diikrarkan dalam diri, masih banyak yang belum bisa ditepati. tapi insaya Allah ditahun yang baru ini semuanya akan tercapai.
Tanggal baru, Bulan baru dan Tahunpun Baru, otomatis semangatpun harus diperbaharui, kali ini kisah menarik dari saya yaitu awal tahun baru 2014 dipuncak Gunung Merapi, sumatera barat.
Gunung Marapi
Awal 2014 di Puncak Gunung Merapi
(juga dikenal sebagai Merapi atau Berapi) adalah gunung berapi yang terletak di Sumatera Barat, Indonesia. Gunung ini tergolong gunung yang paling aktif di Sumatera. Terletak dalam kawasan administrasi Kabupaten Agam. Gunung ini dapat juga dilihat dari kota Bukittinggi, kota Padangpanjang dan kabupaten Tanah Datar dan memiliki ketinggian 2.891 m. Gunung Marapi sudah meletus lebih dari 50 kali sejak akhir abad 18.
Kronologis
  • Pada tanggal 8 September 1830 dilaporkan Gunung Marapi mengeluarkan awan yang berbentuk kembang kol abu-abu kehitaman dengan ketebalan 1.500 m di atas kawahnya, disertai dengan suara gemuruh.
  • Pada tanggal 30 April 1979, menurut laporan pers disebutkan 60 orang tewas akibat letusan Gunung Marapi dan disebutkan juga 19 orang pekerja penyelamat terperangkap oleh tanah longsor. Letusan tersebut dikatakan juga mengeluarkan batu dan lumpur yang menyebabkan kerusakan sedikitnya pada lima daerah kawasan pemukiman penduduk setempat[3].
  • Memasuki akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2012, Gunung Marapi menampakkan peningkatan aktifitasnya melalui letusan yang menyemburkan abu dan awan hitam. Pernah diakhir tahun 2011 semburan abu terbawa angin berkilo-kilo jaraknya hingga mencapai Kabupaten Padang Pariaman. 
PENDAKIAN GUNUNG MERAPI SUMATERA BARAT
Awal 2014 di Puncak Gunung Merapi
Gunung Merapi merupakan gunung aktif terletak di kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Terdapat beberapa jalur pendakian di jalur ini, namun titik start yang biasa digunakan orang untuk melakukan pendakian disini adalah dari Koto Baru.
Sebelum melakukan pendakian, biasanya para pendaki menyiapkan beberapa perbekalan pendakian yang masih kurang di pasar Koto Baru ini. Disini juga kita bisa makan dan beristirahat dan bercengkrama dengan pendaki yang lain.
Untuk lebih manariknya, sebaiknya melakukan pendakian di gunung ini dilakukan pada pagi hari. Selain untuk masalah kesehatan, selama pendakian kita juga dapat menikmati pemandangan yang menarik disepanjang jalur pendakian ini. Dari pasar koto baru menuju pos pendakian kita bisa memilih antara memulai dengan jalan kaki atau angkutan pedesaan yang menuju ke pos pendakian. Kalau kita memilih dengan berjalan kaki, membutuhkan waktu kira lebih kurang 30 menit untuk sampai di pos pendakian.
Dari pos pendakian perjalanan dilanjutkan menuju parak batuang dengan melewati perkebunan penduduk. Di parak batuang kita bisa menikmati segarnya udara gunung berapi dan mengisi botol minuman di sumber air yang terdapat didaerah ini.
Dari parak batuang, perjalanan kita lanjutkan menuju puncak gunung berapi. Dari sini membutuhkan wakut pendakian kira-kira 5 jam untuk mencapi puncak. Perjalanan di isi dengan pemandangan hutan tropis dan beberapa jalur pendakian yang cukup terjal
Setelah sampai di puncak, sebaiknya ki ta memilih lokasi di cadas untuk tempat camp (berkemah). Untuk mencapai puncak sebaiknya dilakukan shubuh, sehingga kita bisa menikmati pemandangan matahari terbit (sunrise) gunung merapi ini dan menikmati pemandangan yang mempesona di Gunung Merapi ini dipagi hari. Dari Puncak gunung merapi ini kita dapat menikmati pemandangan kota bukittinggi, gunung singgalang, pemandangan danau Singkarak yang berada di kabupaten solok.
KISAH SAYA...
Awal 2014 di Puncak Gunung MerapiAwal 2014 di Puncak Gunung MerapiAwal 2014 di Puncak Gunung Merapi
Inilah kisah Perjalana Saya dan teman-teman, mungkin ini adalah pengalaman saya yang pertama kali untuk mendaki Gunung Merapi, awalnya sih tidak ada Niatan untuk mendaki, tapi karena ada ajakan dari teman dan bertepatan juga dengan Tahun Baru, akhirnya saya tertarik, karena dalam rangka tahun baru saya berpikir pasti banyak juga yang akan ikut mendaki gunung merapi dan waktu itu jumlah kita hanya bertiga.
selasa, jam 15.45 WIB setelah sholat Ashar kitapun menuju Kotobaru dengan Cuaca Hujan lebat, sempat kami berpikir kayaknya tidak bisa untuk mendaki dikarenakan cuaca sangat burut, dan ketika itu hatipun mulai gelisah, tapi tidak lama kemudian setelah satu jam berlalu hujanpun berhenti ditambah dengan personil 2 orang yang datang jauh-jauh dari kota Payakumbuh (namanya tidak saya sebutkan) dan mulailah kami dengan semagat untuk menuju tempat Start untuk pendakian. 
Setelah semua pendataan dan administrasi selesai, perjalananpun dimulai, Kita START dari bawah pada jam 18.01 Menjelang Maghrib, langit belum terlihat gelap perjalananpun terlihat begitu  santai dan kami sempat berfoto-foto menikmati indahnya pemandangan disekitar.
Awal 2014 di Puncak Gunung Merapi
Jam menunjukkan Pukul 19.00 WIB kamipun telah memasuki Hutan dan Alhamdulillah cuacanya Cerah tapi Langit tampak begitu hitam, kita hanya mengandalkan 2 buah senter, yang satu didepan sebagai pencari Rute dan sayapun paling belakang untuk jaga-jaga, diperjalanan personil kami bertambah 2 orang yang datang dari kota Duri, Riau dan jumlah personil kamipun menjadi 7 Orang, selama perjalanan banyak hal yang kami temukan seperti Babi Hutan yang lumayan besar tapi untungnya dia tidak menyerang, mungkin dia takut sama Manusia kali ye, hehe...
Perjalanan Nampaknya semakin Tertantang dengan kondisi jalananpun Agak basah dan Licin yang mana hampir dari kami terjatuh saking licinnya, tapi itu tidak membuat semangat kami kendor, karena apapun yang terjadi "THE SHOW MUST GO ON", Akhirnya kamipun sampai diCadas pada jam 21.36 malam dan sempat untuk beristirahat untuk menikmati pemandangan yang sangat indah di kota bukittinggi dan sekitarnya, sambil menunggu detik-detik menuju akhir dari tahun 2013 dan awal dari tahun 2014. 
Mungkin terdengarnya sedikit Bodoh dan Gila dan sangat Nekat karena ketika kita sudah mencapai Cadas, orang-orang pada mendirikan tenda, bakar-bakaran sambil bernostalgia dan makan-makan, sedangkan kita..? Tendapun tak bawa, tidak membuat unggun, Stok makanan tidak ada yang bisa membuat hangat dan mengenyangkan, mana perut lapar lagi dan yang paling parahnya cuaca semakin dingin dan tidak ada satupun peralatan kami yang bisa membuat kehangatan, dan mungkin itulah tantangan yang paling Memberatkan bagi kami semua yaitu menahan rasa Dingin, yang mana setelah menikmati suasana Tahun baru yang cukup meriah pada jam 1.15 mamaksa kami semua untuk melanjuti perjalanan sampai kepuncak, tantanganpun semakin berat dengan kondsisi seperti itu kami mengharuskan untuk mendaki yang mana perjalanannya tidak mudah dan sangat beresiko, tapi kamipun harus nekat karena tidak ada pilihan lain.
setelah itu semua kami lalui dengan suka dan duka ibarat kata pepatah :
  • Habis Gelap terbitlah Terang, dan sebuah ayatpun juga berbunyi "Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"
inilah waktu memanen ibarat bahasanya pak tani, setelah Waktu Malam berlalu dan Menuju Waktu Pagi kitapun sangat bergembira dan Bahagia, karena waktu yang ditunggu telah tiba, penderitaan apa yang telah kita rasakan semalampun kayaknya telah terlupakan. kita telah mencapai puncak...!
Awal 2014 di Puncak Gunung Merapi
dari kiri (Bima, Eqi, M.Iqbal, Novembly, Fahri Syamuel, Fadhil, Robert Yulisman)
Semuanya terasa indah..., kamipun menikmati seluruh pemandangan yang Subhanallah Amazing itu dan emang sih seperti kata teman saya "susah diungkapkan dengan kata-kata..". kita pun berbagi tugas dan kepentingan masing-masing sesuai kebutuhan, ada yang hanya berpoto-poto dan ada yang pergi mengambil bunga Abadi yaitu Edelweis, dan yanglainpun juga ada yang bermain bola dan banyak hal yang bisa dilakukan disana pokoknya UNFORGETABLE banget deh...

Awal 2014 di Puncak Gunung MerapiAwal 2014 di Puncak Gunung MerapiAwal 2014 di Puncak Gunung MerapiAwal 2014 di Puncak Gunung Merapi
so, teman blogger bagaimana dengan kisah Anda...?
"KEEP MOVING FORWARD"

Senin, 30 Desember 2013

Tour de PAINAN

Assalamualaikum Sahabat Blogger, Apa kabar Anda semua ? Saya Harap anda selalu dalam keadaan sehat wal-afiat, 
Sebelum Anda Melanjutkan untuk membaca Like dulu yah Fanspagenya Robert Yulisman. (y) 
Pada detik-detik penghabisan Tahun 2013 ini, saya mengisi waktu liburan untuk mengunjungi Kota Painan, dulunya saya sangat penasaran ada apa sih dikota Painan?..., Pertanyaan itu selalu terbesit dihati saya yang mana membuat saya tertarik untuk mengunjungi daerah tersebut.
Sebelum saya Mengomentari Pendapat dan Pengalaman saya, Dibawah ini ada sedikit Ulasan dan keterangan mengenai Kota Painan, Simak Yuk...!
Pantai Carocok

Painan
Kota Painan adalah ibu kota dari kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini masuk ke dalam wilayah kecamatan IV Jurai yang dapat diakses melalui Jalan Raya Lintas Sumatera bagian Barat.
Sejarah
Tidak ada data yang pasti siapa yang memberi nama kota ini Painan. Namun menurut masyarakat setempat, nama Painan berasal dari kata paik nian dalam bahasa Minang yang berarti "pahit sekali". Kata paik nian sendiri diperkirakan berasal dari ucapan masyarakat pendatang yang merasakan pahitnya kehidupan di daerah Painan.
Surau yang merupakan lembaga pendidikan agama di Minangkabau didirikan di Painan pada tahun 1523.
Perjanjian Painan yang diprakarsai oleh Groenewegen pada tahun 1663 telah membuka pintu bagi Belanda untuk mendirikan kantor perwakilan mereka di kota Padang, selain di Tiku dan Pariaman. Namun keinginan Belanda ini ditolak oleh penguasa kota Padang sehingga mereka memutuskan untuk mendirikan kantor di Painan tepatnya di Pulau Cingkuk, di mana sejak saat itu pulau tersebut sempat jaya sebagai pelabuhan kapal internasional. Dalam Perjanjian Painan juga disebutkan mengenai keharusan para pemimpin adat di pesisir Sumatra Barat untuk menyuplai lada bagi para pedagang Belanda.
Geografi
Painan diapit oleh dua aliran sungai yaitu Sungai Batang Pinang Gadang dan Sungai Batang Pinang Ketek. Sungai ini berasal dari Timbulun yang mempunyai air terjun sebanyak tujuh tingkat. Melalui Timbulun ini kota Painan dapat dilalui ke Alahan Panjang. Aliran sungai ini bermuara ke pantai Carocok dan pantai Muaro Painan. Dan keduanya menuju ke Teluk Painan yang sangat tenang karena diapit juga oleh Bukit Langkisau dan Pincuran Boga. Nama Langkisau diambil dari gerakan angin yang berkisar diantara dua bukit yang mengapit kota Painan.
Di Teluk Painan terdapat sebuah pulau bernama Batu Kereta, yang apabila pasang surut akan menyatu dengan daratan Painan. Pulau tersebut dinamaan Pulau Batu Kereta karena konon di puncaknya terdapat sebuah batu yang mirip sepeda ("kereta" dalam bahasa setempat). Berjarak sekitar 800 meter dari Pulau Batu Kereta terdapat sebuah pulau kecil bernama Pulau Cingkuk, yang hanya dihuni oleh seorang penjaga. Di pulau ini terdapat sisa-sisa sebuah benteng peninggalan Belanda. Selain sering digunakan sebagai tempat memancing, pulau ini juga menjadi obyek wisata favorit bagi turis.
Agak jauh dari Pulau Cingkuk, sekitar 30 menit menggunakan speedboat, terdapat pulau Aur kecil dan Pulau Aur besar. Sayang, Pulau Aur besar tidak bisa dikunjungi, karena konon katanya di pulau ini berdiam sekelompok kera ganas. Sekitar 30 menit naik speedboat dari Pulau Aur terdapat Pulau Penyu. Di pulau ini terdapat penangkaran penyu dan juga tempat penyu bertelur. Di Pulau ini pula terdapat benteng Portugis.
Pembagian Administrasi
Terdapat 4 kelurahan di Painan yaitu, Painan Timur, Painan Selatan, Painan Utara dan Sungai Nipah
Objek wisata
1.       Pantai Painan di tahun 1930-an
2.       Olahraga Paralayang dilihat dari Bukit Langkisau
Bukit Langkisau
Sayang Untuk Olahraga Paralayang saya sendiri tidak sempat untuk mencoba, dikarenakan Kondisi Angin yang kurang Stabil, tapi Insya Allah diwaktu dan kesempatan yang akan datang saya harus mencoba. :D
3.       Panorama Bukit Teluk Kabung.
4.       Taratak Sungai Lundang
5.       Kawasan Wisata Mandeh
6.       Pantai Batu Kalang dan Teluk Sikulo
7.       Jembatan Akar
8.       Air Terjun Bayang Sani (Welkum, bekas pemandian zaman Belanda)
9.       Air Terjun Lumpo
10.   Panorama Selayang Pandang
11.   Bukit Langkisau (tempat wisata dan olahraga paralayang)
Bukit Langkisau
hmhmm...Cuma bisa berpose doang, g bisa mencoba paralayang... :D 
12.   Pantai Carocok (Painan)
Pantai Carocok
13.   Air Terjun Timbulun Painan
14.   Salido Kecil (bekas pertambangan emas zaman Hindia Belanda)
15.   Pantai Sungai Nipah
16.   Pulau Cingkuk (terdapat benteng Portugis)
Pulau Cingkuk
17.   Ikan Larangan Talawi
18.   Pulau Kerabak
19.   Pulau Penyu
20.   Pantai Teluk Kasai

21.   Panorama Nyiur Melambai
Sumbernya dr Wikipedia.
PENUTUP
Sabat Blogger Mungkin itu sedikit Ulasan tentang Kota Painan yang mana saya mengambilnya dr wikipedia, sedikit banyaknya kalo ada yang Keliru saya mohon maaf, 
Awalnya sih saya dan teman-teman inginnya mengunjungi kota Painan selama 2 Hari, tapi karena adanya sedikit Bentrokan dan berbagai hal yah terpaksa kita pulang pergi, tapi tidak masalah kok.., yang penting selama kami berwisata semuanya menikmati walaupun pulangnya dah jam 5 sore dan sampai di Padang jam 7 Malam dalam Kondisi hujan-hujanan lagi..itu semua tak akan terlupakan.
Untuk saling berbagi pengalamnnya silahkan dikomen dibawah, karena kalo saya menceritakan semuanya tentu tak akan cukup halamannya dan akan terlalu panjang, (kasian yang nulis...wkwkw)
"KEEP MOVING FORWARD"
Keterangan :
Lokasi : Painan
Waktu : Sabtu, 28 Desember 2013
Anggota : 
 2. M. Iqbal---------->
 3. Fauzi Fadhillah---->
 4. Bagasandi--------->
 5. Ahmad Sakhi----->
Spesial Guide and Thanks To: